Pengalaman Menjadi IT Support

Pengalaman Sebagai IT Support | Belajar dan terus mengejar impian, itu motivasi saya menjadi seorang IT Support, banyak yang ingin bekerja sebagai IT Support tapi tidak tahu harus kemana dulu, atau apa yang harus dilakukan pertama kali, saya akan mencoba berbagi pengalaman saya dipostingan ini tentang apa yang saya lakukan dan bagaimana saya bisa "terjebak"

pengalaman menjadi it staff

Bekerja di perusahaan tentu sudah menjadi bagian hidup orang indonesia, apalagi perusahaan besar dengan gaji yang besar pula tapi tuntutan kerja yang sedikit dan santai. Mungkin sebagian orang sudah pernah merasakan atau masih bekerja seperti itu, saya saat pertama kali bekerja sedikitpun  tanpa pengetahuan tentang IT, dan bingung harus bagaimana

Baca  Lingkungan Kerja IT Support

Pertama Kali Bekerja
Dulu saya memiliki senior IT yang bisa diajak sharing ilmu IT atau sekedar cari info untuk apa saja pekerjaan IT Support pada saat itu, karena mikrotik, dan program perusahaan saat itu masih menggunakan manual jadi lebih banyak untuk maintenance komputer dan printer

Hal yang paling sering saya kerjakan adalah install ulang komputer, atau ke tempat service printer di surabaya, (saya pertama kali kerja IT di surabaya tahun 2010) tidak ada masalah yang menurut saya susah saat itu, baru setelah perusahaan menggunakan program untuk semua proses kerjanya, pekerjaan IT yang sebenarnya baru saya dapat, mulai dari :
  • Setting windows server, 
  • Setting DHCP, 
  • Pasang jaringan untuk server dan client
Belum lagi untuk maintenance dicabang juga, saya mulai merasa harus membuat jadwal kerja saya sendiri, secara memang tidak ada jobdesk tertulis untuk karyawan IT, saya mulai membuat list untuk pekerjaan harian dan wajib, juga pekerjaan urgent dan tentu saja administrasi

Baca : Administrasi Untuk Staff IT

Bekerja Dengan Ikhlas
Kenapa saya bilang bekerja harus ikhlas?, bukan karena pekerjaan IT itu berat, tapi karena "lahan basah", kenapa saya bilang demikian, saat karyawan IT Support harus membeli perlengkapan atau hardware kebutuhan IT sendiri, itu bisa jadi kesempatan untuk "mencuri uang perusahaan", saya mendapat pengalaman ini saat masih bekerja di perusahaan yang terkenal dengan logo ayamnya dan iklan produk sosisnya di Salatiga tahun 2014.

Saat membeli sendiri perlengkapan atau suku cadang komputer, saya bisa minta nota kosong pada toko komputer tersebut dan menulis harga lebih dari harga aslinya, sekali melakukannya maka saya ketagihan untuk mendapatkan uang tambahan tersebut, tapi itu masa lalu, saya menulis ini karena saya tidak mau ada teman - teman IT yang terjebak seperti saya, karena resiko jika ketahuan kita bisa dipecat dari perusahaan, dan lebih buruk lagi di suruh mengganti semua kerugiannya, karena itu saya bilang kerja IT harus Ikhlas, tapi tidak semua staff IT Support demikian, mungkin hanya saya. Saran saya lebih baik untuk pembelian barang dan stok IT lebih baik dari bagian Purchasing atau Pembelian.

Kantor Adalah Rumah Kedua
Mungkin banyak yang bekerja dalam satu hari bisa melebihi waktu dirumah, berangkat jam 7 pagi pulang jam 8 malam, awal 2016 saya kerja di perusahaan distributor roti khusus lebaran, tidak ada pembagian jobdesk, jam kerja dan bagian yang jelas, saya hanya ditutut untuk mengerjakan jaringan bukan di kantor pusatnya tapi hampir semua cabang, karena perusahaan ini baru berkembang jadi bisa dibayangkan saya harus berangkat ke luar kota untuk instalasi jaringan, setting mikrotik dan install komputer juga program yang dipakai.

Hampir tiap hari sampai sekarang saya berangkat pukul 07.00 WIB dari rumah dan pulang rumah pukul 20.00 WIB, bukan karena lembur atau nyaman di kantor, tapi karena jarak rumah saya dan kantor sekitar satu jam perjalanan, dan saya harus standby dikantor sampai semua faktur selesai dicetak untuk marketing dan ekpedisi. Program yang digunakan menggunakan program modul one day ready, jadi semua harus siap pada hari itu juga, bukan hanya saya yang pulangnya malam tanpa ada tambahan, mereka sudah anggap kantor sebagai rumah.

Terimakasih sudah membaca, saya harap ini bisa memberi solusi untuk para IT support yang baru lulus, dan bingung harus mengerjakan apa saat bekerja sebagai staff IT Support.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »