Belajar IPV4 Dan IPV6

Belajar IPV4 Dan IPV6 | Pada sistem jaringan komputer protokol merupakan suatu bagian yang paling penting. Protokol jaringan yang umum digunakan adalah IPv4. Protokol ini lebih dari 20 tahun dan masih terdapat beberapa kekurangan dalam menangani jumlah komputer didalam suatu jaringan yang semakin kompleks. Maka dikembangkan protokol jaringan baru, yaitu IPv6 yang merupakan solusi dari masalah tersebut


Konsep Dasar Protokol
Protokol dapat dimisalkan sebagai penerjemah dua orang yang berbeda bahasa ingin berkomunikasi. Protokol internet yang pertama kali dirancang pada awal tahun 1980-an. Akan tetapi pada saat itu, protokol tersebut hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa node saja. Baru pada awal tahun 1990-an mulai disadari bahwa internet mulai tumbuh ke seluruh dunia dengan pesat. Sehingga banyak   bermunculan   protokol   internet.   Sehingga   disadari   bahwa   dibutuhkan sebuah protokol internet yang standar, yaitu OSI (Open System Interconnection). Tetapi  pada perkembangannya,  TCP/IP menjadi standar  de  facto  yaitu standar yang diterima karena pemakaiannya secara sendirinya semakin berkembang.

 TCP (Transmission Control Protocol)
Transmission  Control  Protocol  atau   yang   sering  kali  disingkat   menjadi TCP berfungsi untuk melakukan transmisi data per-segmen (paket data dipecah dalam jumlah yang sesuai dengan besaran paket kemudian dikirim satu persatu hingga   selesai).  Agar   pengiriman   data   sampai   dengan   baik,   maka   pada   setiap packet   pengiriman,   TCP   akan   menyertakan   nomor   seri   (sequence   number). Adapun  komputer  tujuan  yang  menerima  paket  tersebut  harus mengirim balik sebuah   sinyal  acknowledge  dalam   satu   periode   yang   ditentukan.   Bila   pada waktunya komputer tujuan belum juga memberikan acknowledge, maka terjadi time out  yang menandakan pengiriman packet gagal dan harus diulang kembali. Model protokol TCP disebut sebagai connection oriented protocol.

IP (Internet Protocol)
IP (Internet Protocol) atau alamat IP dapat disebut dengan kode pengenal komputer pada jaringan merupakan komponen vital pada internet, karena tanpa alamat IP seseorang tidak akan dapat terhubung ke internet. Penggunaan alamat IP  dikoordinasi   oleh   lembaga   sentral   internet   yang   dikenal   dengan   IANA,   salah  satunya adalah NIC (Network Information Center).

IPv4 (Internet Protokol v4) oleh The Internet Engineering Task Force atau IETF, adalah versi pertama protokol internet yang digunakan pada tahun 1981 untuk terhubung dengan komputer lain. Menggunakan Versi IPv4 karena telah dilakukan 4 kali revisi pada sistem ini.
IPv4 ditetapkan dengan panjang 32 bit, IPv4 memungkinkan 232 IP yang berarti sekitar 4,294,967,296 Protokol komputer dapat terhubung ke internet. Biarpun besar tapi kelangsungan internet untuk IPv4 masih sangat kurang efisien dan kurang di perhatikan.

Mengapa IPv6 bukan IPv5
Pada tahun 1980-an, IPv5 digunakan sebagai Protokol Percobaan dan sampai saat ini tidak pernah digunakan, IPv5 biasanya disebut sebagai Protokol Streaming.
Internet Protokol v6 atau IPv6
Dikembangkan sejak tahun 1998, Alamat dalam IPv6 ditetapkan 128 bit sehingga alamat IP lebih banyak dan dapat dialokasikan untuk komputer serta perangkat lain yang terhubung ke internet. Keuntungan digunakannya IPv6 karena menggunakan 128 bit, Jadi IPv6 dapat menampung triliun alamat.
Berikut ini Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6
                              IPv4                              IPv6
Panjang alamat 32 bit.Panjang alamat 128 bit.
Konfigurasi secara manual atau DHCPBisa menggunakan address autoconfiguration
Dukungan terhadap IPsec OpsionalDukungan terhadap IPsec Dibutuhkan
Checksum termasuk pada HeaderChecksum tidak masuk dalam Header
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk  menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layerARP Request diganti oleh Neighbor Solitcitation secara multicast
Untuk Mengelola grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management protocol (IGMP)IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan kinerja routerFragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.Paket Link Layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte

Kelebihan-kelebihan menggunakan IPv6
  1. IPv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 yang hanya 32bit, IPv6 dengan 128bit memungkinkan pengalamatan IP berbagai perangkat termasuk PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif menjadi lebih banyak dan bervariasi
  2. Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
  3. Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.
  4. IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin dan sebaliknya. 
Faktor yang Menjadi Perbedaan Antara IPv4 dengan IPv6 Karena terbatasnya ketersediaan IPv4 di dalam penggunaan jaringan internet, maka lahirlah IPv6 yang dipersiapkan untuk menggantikan IPv4. Untuk sekarang IPv4 masih banyak digunakan, meskipun ketersediaannya akan semakin habis.


Faktor yang Menjadi Perbedaan Antara IPv4 dengan IPv6

Untuk mengatasi keterbatasaan tersedianya IP address versi 4 ini, maka diciptakanlah IPv6 yang bakalan siap menggantikan peran dari IPv4.

1. Kapasitas IP yang tersedia
Telah sedikit dibahas pada pembuka diatas, bahwa salah satu alasan utama dibuatnya IPv6 adalah karena mulai menipisnya ketersediaan dari IPv4. Ingin tahu berapa jumlah kapasitas yang dimiliki IPv4 dan IPv6? Secara teori, IPv4 mampu menyediakan total IP address sebanyak 2^32 (dua pangkat tiga puluh dua) yang setara dengan 4,294 miliar. Sedangkan IPv6 sanggup menyiapkan jumlah alamat IP yang jauh lebih banyak dari IPv4, yaitu sebanyak 2^128 (2 pangkat 128) yang setara dengan 3,4*10^38 (3,4 dikali sepuluh pangkat 38).

2. Format penulisan alamat IPv4 dan IPv6
  1. Format penulisan IPv4 adalah x.x.x.x, Contoh: 172.16.10.1 subnet mask 255.255.0.0
  2. Format penulisan IPv6 adalah x.x.x.x.x.x.x.x
Contoh: 2001:0db8:3c4d:0012:0000:0000:1234:56ab
keterangan: 2001:0db8:3c4d adalah Global Prefix, 0012 adalah subnet mask, 0000:0000:1234:56ab adalah alamat interface.

Model   x:x:x:x:x:x:x:x   dimana   ‘x‘  berupa   nilai   hexadesimal   dari   16   bit porsi alamat, karena ada 8 buah ‘x‘ maka jumlah totalnya ada 16 * 8 = 128 bit.

Jika format pengalamatan IPv6 mengandung kumpulan group 16 bit alamat, yaitu
x‘, yang bernilai 0 maka dapat direpresentasikan sebagai ‘::’.
Contohnya :
FEDC : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 7654 : 3210
dapat direpresentasikan sebagai
FEDC :: 7654 : 3210

Dan 0:0:0:0:0:0:0:1 dapat direpresentasikan sebagai ::1
Model x:x:x:x:x:x:d.d.d.d dimana ‘d.d.d.d’ adalah alamat IPv4 167.205.25.6 yang digunakan untuk automatic tunnelling.
Contohnya adalah :
0:0:0:0:0:0:167.205.25.6 atau ::167.205.25.6
0:0:0:0:0:ffff:167.205.25.7 atau :ffff:167.205.25.7
Jika akses alamat di internet misalnya 167.205.25.6 nanti format tersebut akan digantikan menjadi semacam ::ba67:080:18.

IPv6 menggunakan bitmask untuk keperluan subnetting yang direpresentasikan sama seperti representasi prefix-length pada teknik CIDR yang digunakan pada IPv4,

Misalnya : 3ffe:10:0:0:0:fe56:0:0/60
Menunjukkan bahwa 60 bit awal merupakan bagian network bit. Jika pada IPv4 mengenal pembagian kelas IP menjadi kelas A, B, dan C maka pada IPv6 pun dilakukan pembagian kelas berdasarkan fomat prefix (FP) yaitu format bit awal alamat.

Misalnya : 3ffe:10:0:0:0:fe56:0:0/60 
Jika diperhatikan 4 bit awal yaitu hexa ‘3’ didapatkan format prefixnya untuk 4 bit awal adalah 0011 (yaitu nilai ‘3’ hexa dalam biner).
    • Panjang dari IPv4 32 bit, sedangkan IPv6 128 bit.
    • Pada IPv4, penulisan IP dan subne tmask-nya terpisah, sedangkan pada IPv6 digabung.
    • Penulisan IPv4 menggunakan bilangan desimal, sedangkat Ipv6 ditulis menggunakan bilangan hexadesimal.
    • Tiap bagian yang dipisahkan titik pada IPv4 terdiri atas 8 bit, sedangkan tiap bagian yang dipisahkan titik dua pada IPv6 terdiri atas 16 bit.
    3. Jenis dan Class IP address
    Pada IPv4 terdapat istilah broadcast dan sistem class (Class A, B, C, D, E), namun kedua hal ini tidak terdapat pada IPv6. IPv6 menerapkan IP Public dan IP Private, tapi dengan sedikit perbedaan dengan IPv4.
    Berikut jenis-jenis IPv6:
    • Unicast, Data yang dikirim dengan menggunakan alamat unicast selalu ditujukan ke satu interface tunggal.
    • Global unicast addresses, Global Unicast Address merupakan jenis IPv6 yang fungsinya sama dengan IP public pada IP versi 4. Global Unicast Address diawali dengan 2000::/3.
    • Link-local addresses, Fungsi jenis IPv6 ini sama dengan ip private pada versi 4, jenis ini hanya dipakai pada LAN. Link-local addresses ditandai dengan FE80::/10 pada bagian depannya.
    • Unique local addresses adalah jenis IP versi 6 yang tidak pakai sebagai IP public tetapi lebih mirip IP publik
    • Multicast, Multicast pada ip versi 6 prinsipnya sama seperti pada IPv4 yaitu ip address yang pemakaiannya untuk mengirim data dari satu interface ke beberapa interface. IPv6 multicast diawali dengan FF
    • Anycast, IP anycast mirip dengan multicast. Sebuah IPv6 anycast tujuannya ke beberapa interface tetapi hanya satu tujuannya saja yang benar-benar menerima paket tersebut yaitu interface yang paling dengan dengan si pengirim yang bakal menjadi tujuannya. Dengan kata lain anycast ditujukan ke beberapa tapi hanya satu tujuan yaitu yang paling dekat saja yang bisa menerima paket kiriman yang lain tidak.
    4. Special Address
    Pada IPv4 kita mengenal istilah localhost yang memiliki alamat IP 127.0.0.1, pada IPv6 juga ada istilah untuk alamat localhost.
    • 0:0:0:0:0:0:0:0 atau 0:: sama dengan 0.0.0.0 pada IPv4
    • 0:0:0:0:0:0:0:1 atau ::1 sama dengan 127.0.0.1 atau local host pada IPv4.
    • 0:0:0:0:0:0:192.168.100.1 Penulisan IPv4 dalam lingkungan IPv6/IPv4 .
    • 2000::/3 Global unicast address.
    • FC00::/7 Unique local unicast.
    • FE80::/10 Link-local unicast.
    • FF00::/8 Multicast.
    • 3FFF:FFFF::/32 Khusus untuk dokumentasi.
    • 2001:0DB8::/32 Khusus untuk dokumentasi.
    • 2002::/16 Digunakan dalam 6to4 tunneling.
    Keunggulan Menggunakan IPv6
    1. Setting Otomatis Statefull
    Cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4, pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. IGMP (Internet Group management Protocol) yang dipakai pada multicast pada IPv6 juga sama dengan IPv4.

    2. Setting Otomatis Stateless
    Pada cara ini tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya setting router dimana host yang telah tersambung di jaringan dari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari jaringan tersebut.

    Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya sebagai IP address dari host tersebut.

    Perubahan dari IPv4 ke IPv6
    Perubahan dari IPv4 ke IPv6 pada dasarnya terjadi karena beberapa hal yang dikelompokkan dalam kategori berikut :

    1. Kapasitas Perluasan Alamat
    IPv6 meningkatkan ukuran dan jumlah alamat yang mampu didukung oleh IPv4 dari 32 bit menjadi 128bit. Peningkatan kapasitas alamat ini digunakan untuk mendukung peningkatan hirarki atau kelompok pengalamatan, peningkatan jumlah atau kapasitas alamat yang dapat dialokasikan dan diberikan pada node dan mempermudah konfigurasi alamat pada node sehingga dapat dilakukan secara otomatis.

    Peningkatan skalabilitas juga dilakukan pada routing multicast dengan meningkatkan cakupan dan jumlah pada alamat multicast. IPv6 ini selain meningkatkan jumlah kapasitas alamat yang dapat dialokasikan pada node juga mengenalkan jenis atau tipe alamat baru, yaitu alamat Anycast.
    Tipe alamat anycast ini didefinisikan dan digunakan untuk mengirimkan paket ke salah satu dari kumpulan node.

    2. Penyederhanaan Format Header
    Beberapa kolom pada header IPv4 telah dihilangkan atau dapat dibuat sebagai header pilihan. Hal ini digunakan untuk mengurangi biaya pemrosesan pada penanganan paket IPv6 dan membatasi biaya bandwidth pada header IPv6. Jadi membuat pemprosesan header pada paket IPv6 dapat dilakukan secara efisien.

    3. Option dan Extension Header
    Perubahan yang terjadi pada header-header IP yaitu dengan adanya pengkodean header Options (pilihan) pada IP dimasukkan agar lebih efisien dalam packet forwarding. Header yang terdapat dalam paket IPv6 sangat fleksibel untuk mengenalkan header pilihan baru.

    4. Kemampuan Pelabelan Aliran Paket

    Kemampuan pada IPv6 ini memungkinkan pelabelan paket atau pengklasifikasikan paket yang meminta penanganan khusus, seperti kualitas mutu layanan tertentu (QoS) atau real-time.

    5. Autentifikasi dan Kemampuan Privasi
    Kemampuan tambahan untuk mendukung Autentifikasi, Integritas data juga dispesifikasikan dalam alamat IPv6. Perubahan terbesar pada IPv6 adalah perluasan IP address dari 32 bit pada IPv4 menjadi 128 bit.

    Contoh Infrastruktur IPv6

    Terimakasih sudah membaca, jangan lupa untuk follow twitter dan Gplus kami

    Share this

    Related Posts

    Previous
    Next Post »