Mengenal Masalah Hard Disk Komputer

Hard disk | Berfungsi menyimpan berbagai dokumen, data dan beberapa bahkan mengumpulkan video download berformat DivX, wajar jika hard disk cepat penuh. Selain karena format beberapa data sudah banyak yang berubah tentunya dengan aplikasi yang semakin maju dan baru dengan volume yang lebih besar dari aplikasi sebelumnya, menambah hard disk ternyata juga tidak terlepas dari beberapa masalah.

Sebagai IT Support memang harus mengetahui berbagai masalah komputer, termasuk hardware komputer tersebut seperti Hard disk, VGA Card, RAM. Untuk saat ini saya akan mengenalkan masalah yang umum untuk hardware komputer atau PC yaitu Hard disk

Beberapa masalah masalah umum yang biasa dihadapi saat dikantor adalah :

Sistem Tidak Mengenali Hard Disk Baru
Hard Disk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun. Intinya memasang dan mengkonfigurasikan hard disk dengan benar. Hard disk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Ada beberapa langkah yang harus dipastikan dan dilakukan saat memasang hard disk.

Pastikan hard disk sudah mendapatkan daya dari PSU (Power Supply)
Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak hard disk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang menghubungkannya dengan cabang power dari fan yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.

Pastikan setting master dan slave hard disk tepat seperti yang diinginkan
Jika  ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua hard disk, lama dan baru.

Perhatikan pemasangan kabel IDE pada hard disk
Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut :
Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.

Setting BIOS. 
Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller, ada juga pilihan untuk setting controller hard disk SATA. Jika mengalami masalah saat ingin menambahkan hard disk baru berinterface SATA, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard, atau updatenya itu juga tergantung chipset motherboard yang digunakannya.

Terdeteksi Tapi Tidak Dapat Dioperasikan.
BIOS mendeteksi keberadaan hard disk tapi tidak dengan Windows atau DOS dari komputer.Yang perlu dilakukan adalah membuat partisi kemudian memformat hard disk baru tersebut. Karena hard disk yang baru biasanya belum terformat dalam sebuah file system yang dapat dikenali Windows ataupun DOS.

Kalau hard disk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai hard disk tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah cukup dengan masuk ke Disk Management dengan cara :
1. klik kanan pada My Computer pilih Manage.
2. Lihat kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage pilih Disk Management. 

Instalasi Hardisk Baru Dengan Kapasitas Ekstra Besar.
Hard disk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS apalagi Windows, berarti ada pada penggunaan metode LBA (Logical Block Addressing) yang digunakan, biasanya disebabkan karena hard disk berukuran di atas 137 GB dan menggunakan metode LBA 48 bit, dan pastikan apakah BIOS yang digunakan sudah mendukung LBA 48 bit.

Cara termudah adalah menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem, jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS. Pastikan selalu baca bagian readme untuk update yang akan digunakan untuk masalah kompatibilitas hard disk LBA 48 bit.

Terimakasih sudah membaca, dan jangan lupa untuk add Gplus dan follow twitter kami untuk update

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »