DHCP Server

troubleshootingkomputer.com - Selama saya bekerja sebagai IT Staf, semua ilmu yang saya dapat sangat tidak berguna karena kenyataannya praktek dan teori memang berbeda, untuk itu saya akan belajar lagi tentang jaringan dan Supporting lainnya dalam bidang IT.


Yang saya ingin bahas adalah dasar dari jaringan internet, terutama DHCP dan DNS, tetapi saya akan membahas tentang DHCP terlebih dulu karena sebelum saya mempelajari yang lain saya harus mengerti fungsi dan cara kerja DHCP.


troubleshootingkomputer.com

Pengertian DHCP Server
DHCP merupakan singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP Address inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client, nanti akan saya bahas apa itu DHCP Client.

Jika sebuah komputer terhubung dengan jaringan yang menggunakan DHCP, DHCP tersebut akan memberikan informasi TCP/IP kepada komputer tersebut. Informasi yang diberikan adalah alamat IP, subnet mask, default gateway (alamat IP router atau modem yang memperbolehkan komputer atau perangkat jaringan berkomunikasi dengan jaringan luar seperti internet atau WAN), primary DNS serverdan secondary DNS server. Dari semua itu, hanya alamat IP yang bersifat dinamis (unik bagi tiap perangkat yang terhubung). Sedangkan yang lainnya bersifat statis.

Fungsi DHCP
Adalah dapat memberikan nomor IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.

Kelebihan DHCP
  1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
  2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
  3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
  4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.
Istilah yang paling sering dalam ilmu jaringan terutama DHCP server 

Scope
Adalah rentang alamat IP yang boleh diberikan oleh DHCP server, yang ditentukan dengan batas bawah dan batas atas. Misalkan konfigurasi yang anda lakukan adalah berikut.

Batas bawah scope : 192.168.1.10
Batas atas scope : 192.168.1.100

Maka alamat IP yang boleh diberikan oleh DHCP adalah 192.168.1.10, 192.168.1.11, 192.168.1.12 dan seterusnya hingga 192.168.1.100. Dengan demikian jumlah perangkat yang dapat diberi alamat IP oleh DHCP server adalah 101.

Reservations
Adalah daftar alamat IP yang tidak boleh diberikan oleh DHCP server, meskipun alamat IP tersebut berada dalam Scope. Misalkan konfigurasi yang anda lakukan adalah berikut.

Batas bawah scope : 192.168.1.10

Batas atas scope : 192.168.1.100

Reservations : 192.168.1.11, 192.168.1.12


Maka alamat IP yang boleh diberikan oleh DHCP adalah 192.168.1.10, 192.168.1.13, 192.168.1.14 dan seterusnya hingga 192.168.1.100. Alamat IP 192.168.1.11 dan 192.168.1.12 tidak bisa diberikan karena termasuk dalam Reservations. Dengan demikian jumlah perangkat yang dapat diberi alamat IP oleh DHCP server adalah 99.

Lease
Ketika DHCP server memberikan alamat IP ke sebuah komputer maka dapat dikatakan DHCP server itu me-lease alamat IP ke komputer tersebut. Kita dapat menentukan batas waktu sebuah alamat IP di-lease oleh DHCP server. Misalkan sebuah jaringan WiFi di kafe dikonfigurasi sehingga waktu lease-nya adalah 1 hari. Maka ketika sebuah alamat IP di-lease ke komputer milik pengunjung, alamat IP tersebut akan kembali tersedia untuk di-lease pengunjung lainnya pada keesokan harinya.

Best practice-nya, ketika jaringan digunakan oleh banyak orang secara bergantian, batas waktu lease yang diberikan semakin kecil, misalkan 1 hari. Namun ketika jaringan digunakan oleh komputer yang cenderung tetap dalam waktu yang lama, maka batas waktu lease yang diberikan semakin besar, misalkan 100 hari. Hal ini dikarenakan ketika waktu lease habis dan komputer meminta alamat IP baru, proses ini akan sedikit membebani kinerja jaringan. Tentunya proses ini akan memberi dampak yang besar ketika banyak komputer meminta alamat IP baru.

Hal lain yang perlu diketahui adalah sebuah perangkat yang terhubung ke jaringan akan berkomunikasi ke DHCP server secara berkala untuk memastikan apakah alamat IP masih boleh terus digunakan. Waktu dari komunikasi berkala ini biasanya sekitar 50% dari waktu lease yang dikonfigurasi. Jadi misalkan waktu lease yang diberikan adalah 1 hari, maka tiap sekitar 12 jam, komputer akan berkomunikasi dengan DHCP server untuk memastikan apakah alamat IP masih boleh terus digunakan. Jika pada suatu kondisi komputer tidak dapat terhubung dengan DHCP server, maka komputer akan tetap menggunakan alamat IP hingga beberapa waktu dan akan mencoba berkomunikasi dengan DHCP server lagi. Jika terus menerus gagal, maka komputer akan melepaskan alamat IP tersebut.

Komunikasi Komputer dan DHCP Server
Sebuah komputer terhubung dengan jaringan yang menggunakan DHCP, maka komputer akan menghubungi semua perangkat di LAN (Local Area Network) untuk meminta alamat IP (IP address request). Proses ini dinamakan DHCP Discover.

Terimakasih sudah membaca, dan jangan lupa untuk support blog ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »